Wisata sejarah dan religi ke Pulau Penyengat, pusat Kesultanan Riau-Lingga: Masjid Raya Sultan Riau, makam Raja Ali Haji, dan kuliner gonggong Tanjung Pinang.
Pulau Penyengat adalah pulau kecil di depan Tanjung Pinang yang menyimpan banyak peninggalan Kesultanan Riau-Lingga, termasuk Masjid Raya Sultan Riau yang terkenal dengan kisah putih telur dalam bangunannya.
Perjalanan menyeberang dari Batam ke Tanjung Pinang, lalu naik pompong (perahu kayu) ke Penyengat.
Durasi
1 Hari
Destinasi
Tanjung Pinang
Peserta
Min. 2 orang
Keberangkatan
Setiap hari (private trip)
Titik kumpul
Pelabuhan Telaga Punggur, Batam
Highlight perjalanan
Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat
Makam Engku Putri Hamidah dan Raja Ali Haji
Naik pompong menyeberang ke Penyengat
Kuliner gonggong khas Tanjung Pinang
Kawasan Kota Lama Tanjung Pinang
Itinerary
Hari 1Batam – Tanjung Pinang – Penyengat
Berkumpul di Pelabuhan Telaga Punggur.
Menyeberang ke Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang.
Naik pompong ke Pulau Penyengat.
Keliling Penyengat: Masjid Raya Sultan Riau, makam Engku Putri Hamidah, makam Raja Ali Haji, dan sisa istana.
Kembali ke Tanjung Pinang, makan siang seafood dan gonggong.
Kawasan Kota Lama dan Vihara Ksitigarbha Bodhisattva (patung 500 lohan).
Belanja oleh-oleh khas Tanjung Pinang.
Sore menyeberang kembali ke Batam.
Makan: Makan siang
Itinerary bisa disesuaikan (private trip, keluarga, rombongan, perusahaan).
Liburan santai di Batam lengkap dengan hotel, tur Barelang, kuliner seafood, dan waktu belanja. Cocok untuk keluarga dan rombongan dari Singapura, Malaysia, maupun dalam negeri.
Jam Gadang dan Ngarai Sianok di Bukittinggi, Danau Maninjau lewat Kelok 44, Istana Pagaruyung, Danau Singkarak, sampai danau dan kebun teh Alahan Panjang.